Tentang Kesendirian
Orang seringkali salah memahami tentang wanita yang memutuskan untuk sendiri pada usia antara 30-40 tahunan. Kalimat ngenes seperti "ah..kamu terlalu pemilih sih"..atau "buka hati dong...".."jangan terlalu banyak kriteria.." "ingat umur.." bla...bla...bla... kemudian orang-orang mulai kasak-kusuk mencarikan calon comblangan yang bisa di padan-padankan dengan berbagai ancaman halus seperti masa tua yang tak terurus sampai harta warisan yang tidak ada pewarisnya.
Sungguh jadi jomblo itu memerlukan mental yang kuat saudara-saudara, kadang kami harus nahan hati untuk marah atau lari ke pojokan sambil meratapi nasib, kadang juga harus menahan gengsi menolak berbagai imingan perjodohan seolah-olah tidak butuh padahal butuh, kadang harus menguatkan diri menyelesaikan segala urusan sepele misalnya ganti lampu sendiri atau bayar berbagai tagihan dari rekening sendiri, tapi semua itu mengajarkan kami menjadi pribadi yang "strong" karena sudah terbiasa mengandalkan diri sendiri, jadi ketika ada orang yang terus-menerus merepotkan rasa mau lempar pakai sandal, demikian kura-kura.
Dewasa ini, berumah tangga juga seperti keputusan yang berat. Begitu banyak pernikahan yang hancur dan penuh kepalsuan, sandiwara seolah baik-baik saja tapi busuk di dalam. Meskipun tidak harus di generalisir, toh pada akhirnya manusia harus berkembang-biak dan memenuhi bumi. Ada tanggung jawab yang berat dalam menjaga pernikahan agar awet dan utuh sampai garis akhir, melibatkan tahun-tahun transisi penuh air mata dan penderitaan juga suka dan kebahagiaan, satu-satunya yang sepadan untuk semua itu adalah generasi penerus yang akan mewarisi bumi ini. Dan satu-satunya penyesalan bagi wanita seperti saya hanya itu.
Tapi toh, untuk menghibur diri kita harus kembali pada kehendak Tuhan, bahwa jodoh, maut, rejeki semua ada di tangan Tuhan meskipun tak bisa disangkal bahwa semua keputusan ada di tangan sendiri.
Jadi wanita yang tetap menjalani kesendirian di usia yang tidak muda, memang bukan pilihan yang normal bagi banyak orang, tapi setiap orang memiliki alasan dan pertimbangan masing-masing, kesepian itu lumrah tapi ada banyak cara untuk meminimalisir seperti bergabung dengan sebuah komunitas, melakukan hobby, travelling, dan lain sebagainya. Kemudian membuat perencanaan finansial untuk masa tua seperti asuransi atau investasi di pasar modal. Diversifikasi dalam investasi finansial sangat penting selain menyisihkan untuk harta tak bergerak seperti tanah dan properti, atau memulai membangun bisnis sendiri.
Memang tidak mudah untuk menjadi wanita yang tidak menikah, tapi hidup adalah pilihan yang harus disertai perencanaan yang baik agar tidak merepotkan orang dimasa depan, lebih kurangnya percayakan pada Tuhan karena kita adalah mahluk yang beriman.
Comments
Post a Comment