Kebangkitan suara minoritas


Ahok, bila boleh saya identikkan dengan kebangkitan suara minoritas yang selama ini sayub, tidak di dengar dan tidak berani menyuarakan diri. Minoritas yang saya maksud disini, bukan hanya terkait suku, ras dan agama, tapi minoritas adalah orang-orang yang merasakan kondisi yang menyedihkan dalam menjalani kemajemukan di negara ini.
Bila selama ini, apa yang dirasakan oleh para minoritas seperti seperti lava yang bergejolak di bawah bumi dan sekarang mendapatkan momentum lewat seorang Ahok yang kemudian menjadi simbol bagi orang yang tertindas oleh sistem yang terlalu memberi tempat pada suara-suara angkuh mayoritas yang selalu merasa paling benar. Ahok adalah momen kebangkitan Silent Majority untuk menyuarakan pembelaan dan keprihatinan akan begitu mudah sistem hukum kita di dikte untuk menghukum seseorang yang telah mendedikasikan diri untuk masyarakat hanya karena perkataan yang dianggap menyinggung satu golongan, padahal itu juga masih berbeda-beda pendapatnya.
Selama ini, keadilan cenderung diskriminatif dan tidak menyelesaikan masalah, karena permasalahan yang tidak tampak sebenarnya adalah luka-luka yang masih belum mengering dan tidak pernah diselesaikan secara tuntas dengan mencabut akar masalah seperti SKB tiga menteri dan pasal karet penodaan agama yang menurut saya sangat konyol. 
Konyol karena untuk beribadah kepada Tuhannya harus seijin pemeluk agama yang lain, konyol untuk agama yang katanya suci, kok bisa di nodai?..ah sudahlah..
Sejuta lilin telah dinyalakan sebagai simbol harapan, simbol pengorbanan, teruslah bersuara tapi tetap cintai indonesia...karena kita tidak sama dengan mereka.
Semoga Tuhan melindungi pak Ahok sekeluarga..semua yang beliau lakukan tidak akan sia-sia, karena beliau suara minoritas bangkit dan bersatu, inilah sesuatu yang besar semoga tidak cepat redup, amin.

Comments

Popular posts from this blog

Rumi, LOVE Part III

Rumi dan Bunda Theresa, L O V E Part II

Rumi, L O V E