Posts

Showing posts from May, 2017

Fenomena Afi Nihaya Faradisa

Siapa dia, yang di usia belia berani membuat tulisan yang menghentak kesadaran kita. Memang banyak aktivis-aktivis penulis tentang keberagaman yang jauh lebih senior di dunia medsos, tapi menemukan anak seusia dengan pemikiran seperti itu adalah hal yang langka dan sulit di temukan dalam kondisi saat ini. Apa sih bacaannya sampai memiliki kualitas berpikir seperti itu? Karena orang yang punya penalaran sebagus itu pasti adalah orang-orang yang senang membaca buku-buku berkualitas. Dengar-dengar dia suka membaca Rumi, wooow...meskipun aku Kristen tapi aku sedikit tahu tentang Rumi, beliau adalah tokoh pemikir muslim, seorang penyair sufi yang lebih mengedepankan cinta atau humanisme, sesesorang yan memiliki kedalaman berpikir yang buah-buah pikiran beliau dapat diterima secara universal. Betulkan?..kualitas seseorang dapat dilihat melalui bacaannya. Saya salut, dan bangga dan tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata rasa hormat saya kepada Afi, karena berani menyuarakan secara juj...

Makna menjadi "Dayak"

Apa arti menjadi seorang "Dayak" bagi saya?... Menjadi dayak artinya, adalah saya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan tradisional dan budaya yang di wariskan turun temurun oleh para nenek moyang. Kehidupan tradisional seorang dayak adalah semesta yang melingkupinya. Dayak tanpa keseimbangan alam adalah dayak yang tercerabut dari akarnya, dayak tanpa budaya adalah dayak yang kehilangan roh dan jiwanya. Dayak bisa menjadi manusia modern tapi takkan pernah lupa pada tradisi yang membesarkannya. Apa tradisi dayak yang sesungguhnya?..tradisi dayak secara philosofis adalah kehidupan rumah panjang, kehidupan secara komunal menggambarkan ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam membangun bersama rumah dan hidup bersama dalam satu rumah adalah warisan yang bila diterjemahkan dalam bahasa kekinian adalah simbol keharmonisan dalam perbedaan. Hidup bersama tapi tetap tunduk pada aturan yang tertuang dalam hukum ada...

Drama Queen

Orang sering mengira wanita itu drama queen, padahal yah memang begitulah wanita saat jatuh cinta, sering mendramatisir perasaan. Tapi mau gimana lagi ya hati siapa yang tidak sakit kalau di bohongi..bilangnya cinta, tahunya ada cintanya bercabang dua ketahuannya dari medsos lagi. Seperti kata pepatah sudahlah jatuh, ketimpa tangga sama meja sama kursi, kasur dilemparin piring, gelas, dan sebagainya. Saking sakitnya, sampai akhirnya jadi menggelikan dan bikin tertawa. And..so..u know?...sudah hampir dua tahun tapi rasanya masih penasaran, kenapa ini terjadi padakuuuuuu?.. Apa salahku...Hatiku menjawab, ya di bilang salah..memang begitulah.gak jodoh kali...tapi fakta memang menyakitkan sekali, tanya pada rumput yang bergoyang. Salahnya lagi, aku terkena syndrom merasa gak ada pria yang cocok dengan pikiran dan gaya hidupku..kalaupun ada, kayaknya cuma peran di film-film atau tokoh cerita di novel.. Lupakan tentang berbagai pertanyaan yang sekarang gak ada artinya buatku tapi lu...

Indonesiaku yang kian muram

Apa yang ku rasakan tentang indonesia saat ini, apa yang kamu rasakan tentang indonesia? ini pertanyaan yang sangat membuat tidak nyaman dan cemas. Karena sejujurnya, aku merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi negara ini akhir-akhir ini, indonesia tak seperti dulu lagi. Terlalu banyak masalah yang di pendam, seperti bara dalam sekam sewaktu-waktu bisa menyala dan membakar habis seisi lumbung. Kebebasan berbicara dan berpendapat seperti pedang bermata dua, jika tidak digunakan dengan bijak pedang tersebut bisa melukai diri sendiri, demokrasi membutuhkan kedewasaan dan wawasan yang luas, karena bisa menjadi bumerang di tangan yang salah. Bagaimana menjadi pribadi yang dewasa dalam menyuarakan ide dan gagasan agar tidak merusak, itu adalah tanggungjawab yang besar. Karena belum tentu maksud baik yang kita tuliskan dapat diterima dan dipahami dengan baik pula. Sayangnya, jumlah yang tidak dewasa itu sangat banyak dan berisik. Hampir tak bisa di tandingi malahan. Orang-orang itu b...

Jalan Panjang Kebahagiaan

Image
"Jangan pernah menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan hidupmu..." Demikian sebuah kalimat dialog Hector dalam novel Hector and the search for happines dengan seorang Biksu Tua di China dalam sebuah perjalanan untuk memahami hal-hal yang membuat seseorang bahagia.  Kita khususnya saya sering terjebak dalam pandangan klasik tentang kebahagiaan sebagai tujuan hidup, sehingga kita mati-matian untuk melakukan apapun demi mengejar arti kebahagiaan, namun pada satu titik kita tetap sering merasa tidak bahagia, kenapa ini terjadi? Banyak orang memiliki hal-hal tapi tetap tidak bahagia, ada orang yang kerja banting tulang mengumpulkan uang karena percaya bahwa kebahagiaan itu pasti akan terjadi saat materinya cukup, tapi seringnya berakhir dengan rasa lelah dan ketidak-bahagiaan dan mempertanyakan diri sendiri. Kita melakukan apapun demi orang yang kita cintai, tapi toh dia tetap pergi dan meninggalkan lobang besar dan kehampaan dalam menyalahkan diri sendiri, kita melakukan...

Kebangkitan suara minoritas

Image
Ahok, bila boleh saya identikkan dengan kebangkitan suara minoritas yang selama ini sayub, tidak di dengar dan tidak berani menyuarakan diri. Minoritas yang saya maksud disini, bukan hanya terkait suku, ras dan agama, tapi minoritas adalah orang-orang yang merasakan kondisi yang menyedihkan dalam menjalani kemajemukan di negara ini. Bila selama ini, apa yang dirasakan oleh para minoritas seperti seperti lava yang bergejolak di bawah bumi dan sekarang mendapatkan momentum lewat seorang Ahok yang kemudian menjadi simbol bagi orang yang tertindas oleh sistem yang terlalu memberi tempat pada suara-suara angkuh mayoritas yang selalu merasa paling benar. Ahok adalah momen kebangkitan Silent Majority untuk menyuarakan pembelaan dan keprihatinan akan begitu mudah sistem hukum kita di dikte untuk menghukum seseorang yang telah mendedikasikan diri untuk masyarakat hanya karena perkataan yang dianggap menyinggung satu golongan, padahal itu juga masih berbeda-beda pendapatnya. Selama ini, ...

Hari Yang Gelap

Image
Saya ingin memberi judul apa tulisan ini dengan judul " Hari yang gelap" tanggal 9 april 2017 menjadi hari yang tak mungkin dapat ku lupakan karena seorang yang bernama " Ahok Basuki Tjahaya Purnama" semua harapan positif saya pada integritas penegak hukum di pengadilan sirna, dengan pongahnya hakim-hakim membacakan putusan, kalimat demi kalimat seperti air bah yang meluluhlantakkan rasa optimis yang tadinya masih ada di dalam hati untuk tegaknya objektifitas hukum yang fair dan berlandaskan profesionalitas seorang hakim yang bebas intervensi. Indonesia seperti apa kelak, ketika sudah di putuskan di sidang yang harusnya bermartabat bahwa isu SARA boleh di gunakan didalam pemilihan kepala daerah, tuan hakim yang terhormat mungkin kurang menyimak betapa brutalnya isu etnis dan agama digunakan untuk menyerang kandidat tertentu. Tuan Hakim yang seharusnya mulia  dalam tindakan dan keputusan karena anda di gaji menggunakan uang rakyat, di mata saya kurang objektif d...

Bangsa Pancasila Kini

Image
Sebagai orang yang telah melalui beberapa perubahan fundamental dalam dinamika bangsa ini, mulai dari orde baru di bawah kepemimpinan Pak Soeharto sampai presiden terakhir, terus terang ada perasaan kuatir, cemas, dan takut akan masa depan rumah bersama yang kita sebut indonesia ini. Membicarakan terlalu sering di medsos juga tidak nyaman, karena kadang ada saja orang yang sinis dan menganggap berlebihan kecemasan seperti itu, tapi baru-baru ini beredar video viral bai`at sekian ratus mahasiswa unversitas negeri terkenal kepada negara islam, Oh my God..saya merasa tubuh saya jadi dingin, ini adalah generasi penerus bangsa ini dan baru satu kampus. Kemudian membaca surat seorang dosen UGM kepada Pak Jokowi yang mengutarakan kekuatiran beliau akan penyebaran paham radikalisme di sekolah-sekolah,  bahkan kampus negeri yang notabene adalah fasilitas pemerintah.  Membaca beberapa tanggapan sinis yang merasa kekuatiran semacam ini terlalu berlebihan membuat saya berpikir, bahwa...

Mengasihani Diri Sendiri

Image
Dalam hidup ini, kita akan menjumpai berbagai persoalan yang membutuhkan mental yang kuat, psikologi yang matang untuk dapat menghadapinya dengan dewasa. Namun tak semua orang memiliki kedewasaan sesuai umur, misalnya dalam kondisi klasik tertentu yang kadang melibatkan linangan air mata yang membuat basah bantal di malam hari, perasaan sendu menatap layar hape antara benci dan rindu SMS yang tak kunjung berbalas hanya sekedar menanyakan pertanyaan sederhana " yang..sudah tidur..?" oh...andaikan ada, sungguh so sweet... Tapi berapa banyak kita menerima SMS begituan saat umur sudah menanjak tinggi, pangsa pasar mulai sempit, kompetitor memiliki berbagai keunggulan alamiah yang nangis darahpun engkau gakkan mampu menandinginya, pahit...pahittt. Orang bilang, sudah pasrah saja, mengasihani diri sendiri tidak akan menyelesaikan masalah. Berusahalah untuk bahagia, bagaimanapun caranya dan perbaiki kualitas diri tapi jangan membiarkan itu menjadi masalah yang membuat hidup...

Tentang Kesendirian

Orang seringkali salah memahami tentang wanita yang memutuskan untuk sendiri pada usia antara 30-40 tahunan. Kalimat ngenes seperti "ah..kamu terlalu pemilih sih"..atau "buka hati dong...".."jangan terlalu banyak kriteria.." "ingat umur.." bla...bla...bla... kemudian orang-orang mulai kasak-kusuk mencarikan calon comblangan yang bisa di padan-padankan dengan berbagai ancaman halus seperti masa tua yang tak terurus sampai harta warisan yang tidak ada pewarisnya. Sungguh jadi jomblo itu memerlukan mental yang kuat saudara-saudara, kadang kami harus nahan hati untuk marah atau lari ke pojokan sambil meratapi nasib, kadang juga harus menahan gengsi menolak berbagai imingan perjodohan seolah-olah tidak butuh padahal butuh, kadang harus menguatkan diri menyelesaikan segala urusan sepele misalnya ganti lampu sendiri atau bayar berbagai tagihan dari rekening sendiri, tapi semua itu mengajarkan kami menjadi pribadi yang "strong" karena sudah ...

Menunggu

"Menunggu hanya tipuan waktu, jangan habiskan setiap detik yang tersisa hanya untuk menunggu, karena semua itu hanya kesia-siaan." Seringkali berpikir kapan waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, namun waktu itu tidak pernah datang. Kita memimpikan suatu tempat, tapi kita tidak pernah sampai kesana. Kita memimpikan melakukan sesuatu yang menyenangkan, tapi pekerjaan yang menumpuk selalu menghalangi kita untuk melakukannya. Kita ingin mengunjungi orang tua, tapi selalu ada hal yang mendesak untuk dilakukan, kita ingin cek kesehatan tapi selalu berpikir..ah, nanti saja. Kita menunggu waktu yang tepat untuk menikah karena belum menemukan seseorang yang tepat, kita berpikir..ah nanti pasti ada seseorang yang klik di hati, tapi nyatanya waktu berlalu dengan cepat, dan kita masih sendiri. Pada akhirnya, kita sadari..bahwa waktu terlalu pendek hanya untuk menunggu, karena waktu tidak pernah menunggu kita siap dengan berbagai alasan konyol. Bila engkau telah menetapkan ha...