Jalan Panjang Kebahagiaan
Demikian sebuah kalimat dialog Hector dalam novel Hector and the search for happines dengan seorang Biksu Tua di China dalam sebuah perjalanan untuk memahami hal-hal yang membuat seseorang bahagia.
Kita khususnya saya sering terjebak dalam pandangan klasik tentang kebahagiaan sebagai tujuan hidup, sehingga kita mati-matian untuk melakukan apapun demi mengejar arti kebahagiaan, namun pada satu titik kita tetap sering merasa tidak bahagia, kenapa ini terjadi?
Banyak orang memiliki hal-hal tapi tetap tidak bahagia, ada orang yang kerja banting tulang mengumpulkan uang karena percaya bahwa kebahagiaan itu pasti akan terjadi saat materinya cukup, tapi seringnya berakhir dengan rasa lelah dan ketidak-bahagiaan dan mempertanyakan diri sendiri.
Kita melakukan apapun demi orang yang kita cintai, tapi toh dia tetap pergi dan meninggalkan lobang besar dan kehampaan dalam menyalahkan diri sendiri, kita melakukan pekerjaan kita sebaik mungkin dan mengorbankan waktu istirahat agar target terpenuhi namun seringnya di hantui rasa kecewa karena merasa tidak mendapat penghargaan dan imbalan yang pantas, kita berusaha memahami orang lain tapi sering merasa tidak dipahami orang lain dan kecewa.
Lalu, apakah bahagia itu?...banyak orang mengatakan kamu harus rajin ibadah, dan berdoa..tapi seringnya ketika di gereja kamu kecewa melihat bahkan rajin ibadah juga tak menjamin kita lebih baik dari yang lain, bahkan dalam banyak kasus dewasa ini kelakuan orang beragama seringnya sangat memalukan dan buruk sekali.
Ketika berdoa, kamu merasa jawabannya begitu jauh tak terjangkau dan tak seindah khotbah pak pendeta.
Untuk saat ini, bagiku..kebahagiaan itu bukan tujuan tapi adalah pengalaman setiap hari dan bersifat relatif tergantung kondisi. Jadi jangan berharap banyak bahwa kita akan tiba pada suatu tempat bernama bahagia, karena bahagia adalah sesuatu yang kita ciptakan setiap hari dari proses afeksi dan reaksi. Jalani hidup dengan sederhana dan tak berharap banyak tentang hal-hal besar yang ada di depan, karena sesuatu yang besar itu adalah sekarang, yang bisa kita lakukan saat ini. Itu akan melindungi kita dari harapan-harapan yang tidak perlu dan menjadikan hidup lebih ringan.
Catat, satu saja pengalaman kebahagiaanmu hari ini, dan tambahkan besoknya maka semua akan menjadi pengalaman kebahagiaanmu.
Kebahagiaanku hari ini adalah, bisa menyelesaikan pekerjaan dan melakukan hal-hal yang ku senangi seperti mengurusi bunga-bunga di halaman rumah, sederhana bukan?

Comments
Post a Comment